Harapan di Masela, Menanti Fajar Terbit Dari Tenggara – KILASMALUKU.com
HEADLINE

Harapan di Masela, Menanti Fajar Terbit Dari Tenggara

Oleh: Muhammad Iqbal Husein (wartwan kilasmaluku/liputan.co.id)

 

Sama dengan orang tua lain, Mateus Arianto Mabah jadi harapan keluarga. Ayahnya, Airbiru Mabah, yang hanya seorang nelayan, punya mimpi-mimpi untuk kelima anaknya. Dia bercerita tentang anak beberapa sahabatnya yang kini bekerja sebagai guru di kecamatan Wetar Barat. Sebuah kebanggaan untuk Warga Desa Lira, Kecamatan Wetar Barat, kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) jika salah satu anggota keluarga menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Meski tidak diminta, namun Mabah ingin anak-anaknya punya kehidupan yang lebih baik. Begitu Mateus membaca siratan dari cerita-cerita ayahnya.

Harapan itu pun yang membawa Mateus ke Kota Ambon. “Buktikan mimpi,” katanya dengan nada kelakar.

Dia tidak pernah berfikir sebelumnya untuk melanjutkan kuliah ke Universitas Pattimura, Ambon. Karena di Desa Lira, teman-teman seangkatan punya cerita hidup yang sederhana; berhenti atau selesaikan sekolah, lanjut melaut atau berkebun, menikah dan hidup apa adanya. Itulah masa depan, banyak buktinya.

Menjadi PNS bagi warga di Lira seperti takdir ‘anak raja’, untuk mereka-mereka saja. Sementara golongan kita, yang bergantung dari hasil kebun dan laut seperti berkhayal. “Tapi Bapak punya harapan lain. Dia yakin perubahan itu bukan soal nasib, kita yang tentukan,” sebut Ari.

Ayah Mateus, Airbiru Mabah bersama istrinya

Pilihan itu yang ia ambil. Mateus Arianto Mabah kini melanjutkan kuliah di Universitas Pattimura, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Dia berharap bisa kembali ke daerahnya untuk mengabdi dan membantu keluarganya.

“Disana serba susah. Desa saya dikunjungi kecuali ada hajatan politik. Mereka cuma memberi janji-janji kemudian menghilang. Pembangunan itu omongkosong. Tidak ada listrik apalagi signal telepon,” ceritannya.

“Belakangan saya mendengar tentang Blok Masela, banyak berdiskusi dan mencari informasi. Ternyata itu berkah yang Tuhan untuk wilayah-wilayah di Tenggara, Maluku dan seluruh masyarakat Indonesia. Ini peluang yang harus dijemput,” katanya.

Mateus Mabah adalah sedikit sketsa dari jubelan harapan masyarakat Maluku. Khususnya, mereka yang berada di wilayah terdepan NKRI. Susah payah lepas dari himpitan ekonomi.

Dari periode ke periode status daerah termisikin seperti noda yang sulit dihilangkan. Pada pertengahan 2018 kemarin, Pemerintah provinsi menyebut ada tiga wilayah penyumbang kemiskinan terbesar di Maluku (19,2 persen), yaitu Maluku Barat Daya (MBD), Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Kepulauan Aru dengan presentase kemiskinan 28 hingga 29 persen. Angka-angka itu yang membuat tiga daerah ini menyandang predikat termiskin diantara delapan kabupaten/kota di Maluku.

Itu fakta pahit yang sudah lama dikecap daerah paling tenggara, terkhusus, Maluku yang masih berstatus Provinsi Termisikin ke empat Nasional. Namun, fajar itu akan terbit. Blok Masela adalah era baru untuk wilayah yang disebut penyumbang kemiskinan terbesar.

Harapan itu makin nyata setelah pemerintah melalui SKK Migas bersepakat soal Kontrak Amandemen bagi hasil Cost Recovery bersama Inpex Corpoation dan Shell Upstream Overseas Ltd. Maka selamat datang perubahan!

Sedikit mengingat kata-kata bekas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Rizal Ramli, masa depan Maluku seperti Kota Balikpapan, megah dan maju. Alasan itu bersandar pada asumsi produksi gas alam cair (LNG) dan yang akan dihasilkan Blok Masela. Menurut perikaraan, LNG yang bisa diproduksi sebesar 9,5 juta ton per tahun dan gas pipa mencapai 150 juta kaki kubik per hari.

“Ini kesempatan untuk bangun sejenis Kota Balikpapan untuk kembangkan Maluku. Dari sini saja, Maluku bisa hidup lebih mewah dari Qatar,” sebut Rizal kala itu. Kata-kata itu menjadi pun menjadi mimpi untuk Masela.

Jelas ini bukan proyek ecek-ecek. Bahkan jika menakar nilai investasinya US$20 Miliar, Lapangan Abadi Blok Masela adalah mega proyek dengan total investasi terbesar sepanjang negara ini meredeka. Maluku akan menjadi salah satu provinsi penghasil gas Alam cair terbesar dengan target produksi 10,5 ton LNG per tahun. Produksi tersebut terdiri dari LNG sebesar 9,5 MTPA atau setara 330 ribu boepd dan gas pipa sebesar 150 MMscfd atau setara 1 juta ton LNG per tahun.

Maluku memang manaruh harapan besar di Masela. Gubernur Murad Ismail sampai mewanti-wanti jajarannya untuk proaktif dalam menangkap momentum ini. Salah satu yang ditekankan adalah keikutsertaan masyarakat dalam kegiatan produksi.

“Saya tidak ingin anak-anak kita kelak hanya menjadi penonton di rumah sendiri,” kata Murad, karenanya, dia meminta pemerintah dan masyarakat untuk siap menyambut Blok Masela. Sebab, akan ada penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar. “Perguruan tinggi maupun instansi terkait harus bisa menyiapkan menakisme penyerapan tenaga kerja di blok masela,”.

Gubernur Maluku, Murad Ismail

Bak bola bersambut, pemerintah provinsi pun ingin mempercepat proyek Masela dengan menjamin ketersediaan lahan. Bahkan pembicaraan kesana telah dilakukan bersama Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolo dengan menyediakan lahan seluas 1.500 hektar di Tanimbar Selatan.

Bupati pun memberi garansi agar lahan tersebut bebas dari mafia tanah yang bisa menghambat proses investasi. Lahan-lahan milik rakyat itu dijamin untuk tidak dilepas ke pihak-pihak yang mencari untung pribadi.

“Areal seluas 1.500 hektare yang dimohonkan itu kita pastikan tidak ada pelepasan. Kalaupun ada pelepasan yang dikeluarkan oleh dinas teknis, kepala desa atau camat, maka kewenangan bupati untuk membatalkannya,” kata Fatlolon.

Pesan gubernur, pemerintah dan masyarakat Maluku harus siap. Sebab, pengelolaan Blok Masela akan menyerap ribuan tenaga kerja. Murad meminta seluruh jajaran Pemprov beserta Pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi dan instansi terkait dapat mempersiapkan dengan baik mekanisme penyerapan tenaga kerja di Blok Masela.

Sementara itu, soal Multiplier Effect, Angka US$ 3,7 miliar dari Participation Interest (PI) 10 persen untuk Maluku adalah satu dari sekian banyak rezeki Blok Masela. Seperti dikatakan VP Asia Project Inpex, Kenji Kawano, Selasa (16/7) lalu, setelah beroperasi, diperkirakan adz 73.000 lapangan kerja akan terserap.

Belum lagi dibukanya industeri turunan pertambangan seperti Petrokimia. Multiplier Effect Masela juga turut mendongkrak ekonomi daerah, menumbuhkan geliat pertanian, manufaktur, keuangan, perhotelan, restoran, transportasi hingga perdangangan.

Proses penandantangan Head of Agreement (HOA) Pengembangan Blok antara Indoneisa yang diwakili Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto bersama President Direktur Inpex Indonesia Shunichiro Sugaya di Jepang, Minggu (16/6). Hadir juga mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Hiroshige Seko, dan CEO dan Presiden Direktur Inpex Corporation Takayuki. sumber: katada

Mengutip pernyataan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto, keuntungan dari pembangun lapangan abadi Blok Masela sudah bisa ditakar.

“Ini break the ice. Ini di Indonesia bagian timur, di laut dalam. Sehingga tidak ada lagi keraguan bahwa investasi deep water di Indonesia ekonomis apa tidak,”kata Dwi, Kamis (18/9) seperti dikutip dari www.katadata.co.id.

Jaminan profit lain juga telah ditegaskan Presiden Joko Widodo dalam revisi Rencana pengembangan atau Plan of Development (PoD) yang ditandangani pada 11 Oktober 2019 kemarin. Ada tiga poin penting yang ditekankan Presiden. Pertama, Inpex harus menjalankan komitmen dalam PoD lewat arahan pemerintah melalui Kementerian ESDM. Kedua, Inpex harus memaksimalkan lokal konten. Ketiga, Inpex harus menggunakan dan mengembangkan SDM lokal. Fix, Maluku untung!!

Poin-poin itu jelas mengisyaratkan manfaat Masela bagi daerah serta baik lewat penyerapan tenaga kerja, oeningkatan ekonomi hingga pembangunan infrastruktur dari mega proyek senilai hampir US$20 miliar itu.

Jadi untuk Maluku, Blok Masela ibarat menunggu fajar yang akan terbit dari Tenggara. Ada waktu dan masannya dimana rezeki Masela mengubah semuanya. Kita berharap banyak (**)

Comments

comments

Click to comment

NEWS UPDATE

To Top