Bantah Bayar Nasdem Bursel, Haji Ali: Demi Allah, Saya Bersumpah – KILASMALUKU.com
DAERAH

Bantah Bayar Nasdem Bursel, Haji Ali: Demi Allah, Saya Bersumpah

KILASMALUKU.com- Salah satu bakal Calon Bupati Buru Selatan, Haji Ali, angkat bicara terkait fitnah yang ditujukan kepada dirinya. Dengan tegas dia membantah tidak pernah memberi uang, apalagi melakukan transfer kepada Ketua DPD Nasdem Buru Selatan, Muhajir Bahta.

“Demi Allah saya bersumpah tidak pernah memberi uang apalagi melakukan transfer kepada ketua DPD Nasdem Bursel. Itu fitnah rendahan yang sengaja dimainkan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab,” tegas Haji Ali kepada KILASMALUKU.com, Minggu (1/3).

Menurutnya, kabar hoax yang menyebut dirinya membeli rekomendasi Nasdem adalah finah-fitnah murahan yang dilakukan oleh orang yang tidak bermoral. Mereka sengaja menyebarkan kebohongan lewat media-media yang tidak kredibel dengan untuk merusak nama baiknya maupun Partai Nasdem.

Ali juga mengatakan, isu ini dimainkan karena ada ketakutan terhadap keberadaan Partai yang telah memengkan Pemilu di Bursel. Mereka tau sikap Nasdem akan menentukan proses kemenangan calon yang diusung, karena secara infrastruktur dan kekuatan partai ini cukup terukur.

Oknum-oknum tersebut, tambah Ali, ingin mengganjal proses pencalonannya dan merusak nama baik Ketua DPD Nasdem Buru Selatan. Apalagi, tambahnya, semua tau jika berproses di Nasdem cukup katat karena partai tersebut tanpa mahar dan hanya mengacu pada hasil survei.

“Ini yang kemudian diseting seolah-olah saya membayar rekomendasi Nasdem. Mereka ingin membenturkan saya dengan ketua Nasdem dan merusak citra Partai itu. Tentu itu cara-cara murahan dan tidak bagus untuk pendidikan politik di Bursel,” jelasnya.

Untuk itu, dirinya akan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang sudah menyebarkan fitnah sekaligus membuktikan ke publik, jika semua tuduhan itu tidak benar. Ali juga mengaku siap dipanggil DPW dan DPW untuk menjelaskan secara jelas jika isu tersebut tidak benar.

“Saya sendiri baru tau ada berita hoax seperti itu. Agar bisa meyakinkan mereka menggunakan sumber anonim mengatasnaman orang suruhan saya. Padahal mereka bisa langsung menunjukan bukti transver dan nama pelapor, tapi karena hoax, ya tidak dilakukan. Jadi saya akan laporkan masalah ini ke Polisi.” terangnya.

Dikatakan, sebagai pengusaha, dirinya memang dekat dengan siapapun baik itu birokrat maupun politisi. Semua pengurus partai di Buru Selatan dikenal cukup baik, bahkan sering nongkrong dan bertemu santai di rumah kopi.

“Itu biasa, kita bangun hubungan baik dengan siapapun, bukan cuma dengan Nasdem, tapi Golkar, PDIP, PAN dan lainnya. Buat saya dekat dengan seseorang itu biasa, jadi jangan coba-coba memfitnah,” tegasnya”

NASDEM BURSEL: ITU ISU MURAHAN

Ditempat terpisah, Ketua DPD Nasdem Buru Selatan Muhajir Bahta, membantah semua isu yang dialamatkan kepada Partainya. Menurutnya menyebut ada bayar-membayar untuk rekomendasi Partai Nadem Bursel adalah isu murahan.

“Saya tegaskan lagi partai kami tidak berlakukan bayar-membayar untuk rekomendasi. Di Nasdem tidak ada mahar politik. Semua proses dilakukan secara terukur berdasarkan hasil survei dan harus searah dengan kepentingan Partai Nasdem di Bursel. Jadi fitnah membeli rekomendasi itu tidak benar dan itu isu murahan,” terangnya.

Ketua DPD Partai Nasdem Buru Selatan, Muhajir Bahta

Selain itu, Bahta juga menyinggung soal fitnah yang menyebut dirinya menerima transver dana dari Haji Ali, yang juga berproses di Nasdem. Bahta menyebut, sejak awal proses pencalonan dilakukan sesuai mekanisme Partai. Yakni pengajuan dilakukan oleh DPD berdasarkan hasil survei, Karenanya, dia menilai isu membayar rekomendasi hanyalah akal busuk untuk merusak nama baik partai dan citranya sebagai ketua DPD Nasdem Buru Selatan.

“Jika benar ada transveran ke rekening saya, silahkan dibuktikan, jangan menyebar hoax,” katanya.

Bahta mengatakan, ada beberapa tudingan yang menurutnya hanya mencari sensasi. Pertama soal skenario kotak kosong. Sejak awal proses di Nasdem berjalan secara terbuka. Nasdem Bursel telah mengajukan sejumlah nama beserta hasil surveinya. Selanjutnya, penetapan ditentukan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

“Jika DPP sudah putuskan kita wajib melaksanakan, apapun bentuknya. Pengalaman saya, saat pencalonan Tagop kemarin, DPP merekomendasinya. Padahal, saat itu lawannya adalah Fatsei yang juga masih keluarga dengan saya. Namun itulah putusan DPP, Partai wajib mengamankan,” jelas Bahta.

Sehingga tambahnya, skenario kotak kosong atau lainnya sama sekali tidak beralasan, karena mekanisme di Nasdem sangat jelas.

Selanjutnya, isu yang lebih konyol lagi adalah tekanan bupati karena masalah Uang Tunjangan Transportasi di DPRD Buru Selatan. Mereka menyebut, sejumlah DPRD belum juga mengembalikan mobil dinas sejak diberlakukannya PP Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Keuangan dan Administrasi DPRD.

Padahal sebelum diberlakukan Peraturan Pemerintah tersebut pihaknya tidak lagi menggunakan mobil dinas DPRD karena kondisinya yang tidak layak. Mobilnya hanya berada di benkel dan tidak bisa dipakai. Masalah itu pun sudah dilaporkan ke BPK untu ditindak lanjuti.

“Semua sudah dilaporkan dan tidak ada masalah, bahkan Sekertaris Dewan sendiri yang menyampaikannya. Menggunakan isu ini untuk menekan saya itu pendapat bodoh, karena semua sudah selesai. Selahkan lihat jejak digitalnya, banyak berita soal mobil dinas DPRD Bursel,” katanya.

Bahta mengatakan, untuk menjaga agar demokrasi di Buru Selatan berjalan bersih dan tanpa fitnah, pihaknya telah menyiapkan langkah hukum untuk menindaklanjuti sejumlah fitnah yang dialamatkan kepadanya dan partainya.

“Kami akan laporkan semua pihak yang terlibat dalam produksi berita bohong seperti ini. Cara-cara seperti ini sama tidak memberikan edukasi positif kepada masyarakat kecuali hanya ingin membangun permusuhan  dan pertikaian di masyarakat,” punkasnya. (Rredaksi_KM01)

Comments

comments

Click to comment

NEWS UPDATE

To Top